Mengawali Tulisanku kali ini, sekedar menyegarkan sudah
lama skali rasanya jemari ini tak menari di atas keyboard PC....sedikit
kaku J.
Yeaaah sedikit ingin bercerita tentang the way of my life.
Bukan sedikit tapi mungkin banyak. Untung saja di sini tak ada limit untuk
menulis, yah limitnya hanya ketika saya lelah dan mengantuk.
Di kehidupan sekarang ini, sudah 24 tahun, sudah cukup
matang mungkin untuk ukuran seorang wanita. Yah, 24 tahun berlalu, tak sedikit
hal yang terjadi. Semua terekam dalam memori ingatan. Mulai dari hal kecil
sampai hal besar, dari hal biasa sampai hal penting. Iyah, semua terlewatkan.
kali ini, saya mau flashback ke hal yang mungkin sedikit gak bobot sih, whatever lah!!
Dulu,saya bintang kelas, yaah saya tidak sedang
membanggakan diri. Raport sekolah saya bisa jadi bukti. Bagaimana ketika melihat
wajah ibu tersenyum bahagia, setiap selesai pembagian raport dan melihat
peringkat I atau II di raport saya J ,
bahagia sekali kala itu.
Iyah, kalo mengingat semuanya, mungkin sedikit tak percaya
dengan apa yang terjadi. Bintang itu redup L.
Sekarang di usia 24 tahun saya masih berstatus mahasiswa L di mana teman-teman seusia saya sudah
menikmati dunia kerja. Saya pun tak pernah membayangkan akan seperti ini, akan
melewati hal berat dan sulit seperti ini. Masuk kuliah di salah satu
Universitas negri impian kebanyakan orang tanpa test dan ujian adalah salah
satu kebanggaan. Yah, waktu itu saya bangga sekali.
Sekarang, memasuki tahun ke Lima masih menyandang status
mahasiswa itu rasanya memalukan. Emhhh, sebenarnya tak perlu malu sih karna
kita percaya bahwa setiap insan itu melewati proses yang berbeda-beda. Daan
mungkin, sekarang ini, Tuhan menunjuk saya untuk melewati proses yang sedikit
berat, bukan sedikit, tapi jujur ini berat. Tapi dalam keadaan hampir menyerah
dan putus asa, saya slalu dan selalu berusaha untuk tidak menghilangkan
positive thinking dari diri saya. Itu sangat penting buat saya, iyah positive
thinking punya peran penting karna ia mampu menyugesti diri saya. J J
Terlepas dari semua proses berat itu, saya banyak belajar
hal yang mungkin tidak akan saya dapat dibanguku kuliah. Yah, hidup ini bukan
melulu tentang belajar di dunia akademik tapi yang tak kalah penting adalah
belajar di kehidupan nyata, The Real Life J.
Ketika bagaimana saya harus sabar ketika menerima kenyataan
bahwa saya harus ganti judul skripsi tak lebih dari sepuluh kali untuk kemudian
di ACC kan. Yah, itu tak mudah untuk mental lemah seperti saya. Saya akui, saya
down, saya drop. Saya sempat protes, protes pada Tuhan malah. Rasanya kok ini
tak adil yah. Astaghfirullah!!.
Belakangan baru saya sadari, menjadi Mahasiswa sastra
Jepang dan mengambil konsentrasi Sejarah Budaya itu tidak mudah.
Hufffttttt...!!! dengan beberapa kali ganti judul,saya mentok di Dinamika
Lansia Jepang. Sejarah??? Budaya??? Dari dulu saya tertarik dengan dua kata
ini, karna itulah saya memilih konsentrasi ini. Meskipun pada kahirnya saya
dihadapkan pada proses yang berat ini. Tak seperti mereka yang mengambil
konsentrasi Linguistik atau sastra, yah ..tak perlu repot-repot mencari jurnal,
buku dan mencari tahu tentang Lansia di Jepang. Cukup memilih partikel apa,
bunpou mana, atau yang sastra novel apa, meskipun ada 1 novel yang dikaji
sampai 5 orang.
Tapi, sekali lagi saya tidak menyesal. Menyesal memilih
sastra jepang??? Tidak. Karna kenyataan yang harus saya dan orang-orang di luar
sana akui adalah, smenjadi mahasiswa sastra jepang yang mengantarkan saya ke
jepang menmgikuti summer course. Ini point plus menurut aku J. Sedikit subjektif, but this is a fact J. Kesulitan dan kegagalan yang ada, bagi saya
ini adalah tantangan yang harus saya selesaikan. Meskipun saya sangat-sangat
akui, saya tidak jarang diserang rasa bosan, malas dan capekyang luar biasa.
Apalagi ketika bimbingan dan mengtahui banyak lagi yang harus
diperbaiki.huft!!!! tarik nafas!! Rasanya ingin protes, kenapa Sensei tidak
mengiyakan saja???
Dan kemudian saya sadar sekektika, hey! Bangunn !! Life
must Go on!! Ini harus diselesaikan!! Bgitu kata saya kadang untuk menyemangati
diri sendiri. Dan sekarang, saya masih sedang dan sedang berproses. Saya
berharap dimudahkan segalanya. Untuk mendapatkan titel Sarjana Sastra. Aamiin!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar