Selasa, 11 November 2014

Celoteh di freetime :)

Mengawali Tulisanku kali ini, sekedar menyegarkan sudah lama skali rasanya  jemari ini  tak menari di atas keyboard PC....sedikit kaku J.
Yeaaah sedikit ingin bercerita tentang the way of my life. Bukan sedikit tapi mungkin banyak. Untung saja di sini tak ada limit untuk menulis, yah limitnya hanya ketika saya lelah dan mengantuk.
Di kehidupan sekarang ini, sudah 24 tahun, sudah cukup matang mungkin untuk ukuran seorang wanita. Yah, 24 tahun berlalu, tak sedikit hal yang terjadi. Semua terekam dalam memori ingatan. Mulai dari hal kecil sampai hal besar, dari hal biasa sampai hal penting. Iyah, semua terlewatkan.
kali ini, saya mau flashback ke hal yang mungkin sedikit gak bobot sih, whatever lah!!
Dulu,saya bintang kelas, yaah saya tidak sedang membanggakan diri. Raport sekolah saya bisa jadi bukti. Bagaimana ketika melihat wajah ibu tersenyum bahagia, setiap selesai pembagian raport dan melihat peringkat I atau II di raport saya J , bahagia sekali kala itu.
Iyah, kalo mengingat semuanya, mungkin sedikit tak percaya dengan apa yang terjadi. Bintang itu redup L. Sekarang di usia 24 tahun saya masih berstatus mahasiswa L di mana teman-teman seusia saya sudah menikmati dunia kerja. Saya pun tak pernah membayangkan akan seperti ini, akan melewati hal berat dan sulit seperti ini. Masuk kuliah di salah satu Universitas negri impian kebanyakan orang tanpa test dan ujian adalah salah satu kebanggaan. Yah, waktu itu saya bangga sekali.
Sekarang, memasuki tahun ke Lima masih menyandang status mahasiswa itu rasanya memalukan. Emhhh, sebenarnya tak perlu malu sih karna kita percaya bahwa setiap insan itu melewati proses yang berbeda-beda. Daan mungkin, sekarang ini, Tuhan menunjuk saya untuk melewati proses yang sedikit berat, bukan sedikit, tapi jujur ini berat. Tapi dalam keadaan hampir menyerah dan putus asa, saya slalu dan selalu berusaha untuk tidak menghilangkan positive thinking dari diri saya. Itu sangat penting buat saya, iyah positive thinking punya peran penting karna ia mampu menyugesti diri saya. J J
Terlepas dari semua proses berat itu, saya banyak belajar hal yang mungkin tidak akan saya dapat dibanguku kuliah. Yah, hidup ini bukan melulu tentang belajar di dunia akademik tapi yang tak kalah penting adalah belajar di kehidupan nyata, The Real Life J.
Ketika bagaimana saya harus sabar ketika menerima kenyataan bahwa saya harus ganti judul skripsi tak lebih dari sepuluh kali untuk kemudian di ACC kan. Yah, itu tak mudah untuk mental lemah seperti saya. Saya akui, saya down, saya drop. Saya sempat protes, protes pada Tuhan malah. Rasanya kok ini tak adil yah. Astaghfirullah!!.
Belakangan baru saya sadari, menjadi Mahasiswa sastra Jepang dan mengambil konsentrasi Sejarah Budaya itu tidak mudah. Hufffttttt...!!! dengan beberapa kali ganti judul,saya mentok di Dinamika Lansia Jepang. Sejarah??? Budaya??? Dari dulu saya tertarik dengan dua kata ini, karna itulah saya memilih konsentrasi ini. Meskipun pada kahirnya saya dihadapkan pada proses yang berat ini. Tak seperti mereka yang mengambil konsentrasi Linguistik atau sastra, yah ..tak perlu repot-repot mencari jurnal, buku dan mencari tahu tentang Lansia di Jepang. Cukup memilih partikel apa, bunpou mana, atau yang sastra novel apa, meskipun ada 1 novel yang dikaji sampai 5 orang.
Tapi, sekali lagi saya tidak menyesal. Menyesal memilih sastra jepang??? Tidak. Karna kenyataan yang harus saya dan orang-orang di luar sana akui adalah, smenjadi mahasiswa sastra jepang yang mengantarkan saya ke jepang menmgikuti summer course. Ini point plus menurut aku J. Sedikit subjektif, but this is a fact J. Kesulitan dan kegagalan yang ada, bagi saya ini adalah tantangan yang harus saya selesaikan. Meskipun saya sangat-sangat akui, saya tidak jarang diserang rasa bosan, malas dan capekyang luar biasa. Apalagi ketika bimbingan dan mengtahui banyak lagi yang harus diperbaiki.huft!!!! tarik nafas!! Rasanya ingin protes, kenapa Sensei tidak mengiyakan saja???

Dan kemudian saya sadar sekektika, hey! Bangunn !! Life must Go on!! Ini harus diselesaikan!! Bgitu kata saya kadang untuk menyemangati diri sendiri. Dan sekarang, saya masih sedang dan sedang berproses. Saya berharap dimudahkan segalanya. Untuk mendapatkan titel Sarjana Sastra. Aamiin!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar