Selasa, 11 November 2014

secuil cerita dari negri sakura.

secuil cerita dari Negri Sakura...
Yaaaah...impianku 5 Tahun Lalu. Menginjakkan kaki di Negri Sakura.
satu Kata, TERWUJUD juga :) !!!
Satu hal yang mesti kita catat adalah bahwa jangan pernah meremehkan impian, 
Impian itu punya kekuatan, kekuatan mendorong diri kita untuk slalu berusaha.karna impian kita slalu terpampang nyata di pelupuk mata.

3 bulan lalu, tepatnya bulan Juli saya berangkat ke Jepang dalam rangka mengikuti Summer Course. ini adalah program rutin yang diadakan kampus ku. Yah sedikit pesimis waktu itu, akan dapat ijin.
dan skali lagi, Tuhan memberi kesempatan, Saya dapat ijin.singkatnya stelah melewati beberapa proses yang lumayan ribet dari mengurus dokumen passport dan visa sampai travel yang jujur tidak mudah waktu itu.
tepat 9 Juli, saya dan bersama 1 orang teman yang kebetulan adalah adek tingkat berangkat dari Makassar menuju Jakarta untuk penerbangan Jakarta - Osaka. Fuiiiiiihhhh!!! Rasanya waktu itu masih sempat bisik-bisik dalam hati "UNBELIEVABLE"

Sampe sini dulu!!!! :D 

Celoteh di freetime :)

Mengawali Tulisanku kali ini, sekedar menyegarkan sudah lama skali rasanya  jemari ini  tak menari di atas keyboard PC....sedikit kaku J.
Yeaaah sedikit ingin bercerita tentang the way of my life. Bukan sedikit tapi mungkin banyak. Untung saja di sini tak ada limit untuk menulis, yah limitnya hanya ketika saya lelah dan mengantuk.
Di kehidupan sekarang ini, sudah 24 tahun, sudah cukup matang mungkin untuk ukuran seorang wanita. Yah, 24 tahun berlalu, tak sedikit hal yang terjadi. Semua terekam dalam memori ingatan. Mulai dari hal kecil sampai hal besar, dari hal biasa sampai hal penting. Iyah, semua terlewatkan.
kali ini, saya mau flashback ke hal yang mungkin sedikit gak bobot sih, whatever lah!!
Dulu,saya bintang kelas, yaah saya tidak sedang membanggakan diri. Raport sekolah saya bisa jadi bukti. Bagaimana ketika melihat wajah ibu tersenyum bahagia, setiap selesai pembagian raport dan melihat peringkat I atau II di raport saya J , bahagia sekali kala itu.
Iyah, kalo mengingat semuanya, mungkin sedikit tak percaya dengan apa yang terjadi. Bintang itu redup L. Sekarang di usia 24 tahun saya masih berstatus mahasiswa L di mana teman-teman seusia saya sudah menikmati dunia kerja. Saya pun tak pernah membayangkan akan seperti ini, akan melewati hal berat dan sulit seperti ini. Masuk kuliah di salah satu Universitas negri impian kebanyakan orang tanpa test dan ujian adalah salah satu kebanggaan. Yah, waktu itu saya bangga sekali.
Sekarang, memasuki tahun ke Lima masih menyandang status mahasiswa itu rasanya memalukan. Emhhh, sebenarnya tak perlu malu sih karna kita percaya bahwa setiap insan itu melewati proses yang berbeda-beda. Daan mungkin, sekarang ini, Tuhan menunjuk saya untuk melewati proses yang sedikit berat, bukan sedikit, tapi jujur ini berat. Tapi dalam keadaan hampir menyerah dan putus asa, saya slalu dan selalu berusaha untuk tidak menghilangkan positive thinking dari diri saya. Itu sangat penting buat saya, iyah positive thinking punya peran penting karna ia mampu menyugesti diri saya. J J
Terlepas dari semua proses berat itu, saya banyak belajar hal yang mungkin tidak akan saya dapat dibanguku kuliah. Yah, hidup ini bukan melulu tentang belajar di dunia akademik tapi yang tak kalah penting adalah belajar di kehidupan nyata, The Real Life J.
Ketika bagaimana saya harus sabar ketika menerima kenyataan bahwa saya harus ganti judul skripsi tak lebih dari sepuluh kali untuk kemudian di ACC kan. Yah, itu tak mudah untuk mental lemah seperti saya. Saya akui, saya down, saya drop. Saya sempat protes, protes pada Tuhan malah. Rasanya kok ini tak adil yah. Astaghfirullah!!.
Belakangan baru saya sadari, menjadi Mahasiswa sastra Jepang dan mengambil konsentrasi Sejarah Budaya itu tidak mudah. Hufffttttt...!!! dengan beberapa kali ganti judul,saya mentok di Dinamika Lansia Jepang. Sejarah??? Budaya??? Dari dulu saya tertarik dengan dua kata ini, karna itulah saya memilih konsentrasi ini. Meskipun pada kahirnya saya dihadapkan pada proses yang berat ini. Tak seperti mereka yang mengambil konsentrasi Linguistik atau sastra, yah ..tak perlu repot-repot mencari jurnal, buku dan mencari tahu tentang Lansia di Jepang. Cukup memilih partikel apa, bunpou mana, atau yang sastra novel apa, meskipun ada 1 novel yang dikaji sampai 5 orang.
Tapi, sekali lagi saya tidak menyesal. Menyesal memilih sastra jepang??? Tidak. Karna kenyataan yang harus saya dan orang-orang di luar sana akui adalah, smenjadi mahasiswa sastra jepang yang mengantarkan saya ke jepang menmgikuti summer course. Ini point plus menurut aku J. Sedikit subjektif, but this is a fact J. Kesulitan dan kegagalan yang ada, bagi saya ini adalah tantangan yang harus saya selesaikan. Meskipun saya sangat-sangat akui, saya tidak jarang diserang rasa bosan, malas dan capekyang luar biasa. Apalagi ketika bimbingan dan mengtahui banyak lagi yang harus diperbaiki.huft!!!! tarik nafas!! Rasanya ingin protes, kenapa Sensei tidak mengiyakan saja???

Dan kemudian saya sadar sekektika, hey! Bangunn !! Life must Go on!! Ini harus diselesaikan!! Bgitu kata saya kadang untuk menyemangati diri sendiri. Dan sekarang, saya masih sedang dan sedang berproses. Saya berharap dimudahkan segalanya. Untuk mendapatkan titel Sarjana Sastra. Aamiin!! 

Selasa, 17 Desember 2013

Dosen tapi bukan dosen :D


Sekitar 4 tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku SMA, sama sekali tidak terlintas di benak kita akan menemui hal-hal kurang menyenangkan di bangku kuliah. Saat-saat terakhir mengecap bangku sekolah menengah atas yang ada di benak kita hanya terlintas bagaimana indahnya berganti status dari Siswa menjadi Mahasiswa. Di saat-saat terakhir itu juga kita terlalu bersemangat bercerita kepada teman-teman bagaimana rencana kita ketika nantinya menjadi Mahasiswa. Indah memang, tapi tak semua merasakan Indahnya menjadi Mahasiswa.
            Setahun melewati masa perkuliahan dengan status Mahasiswa, semua masih normal-normal saja. Mengikuti euphoria  status sebagai Mahasiswa baru, disibukkan dengan jadwal kuliah yang padat, mungkin masih terbawa suasana dari status Siswanya.  Semuanya mulai berubah ketika memasuki tahun kedua dan tahun berikutnya, ketika kesibukan jadwal kuliah ditambah dengan kesibukan berlembaga. Ada yang sukses memenej waktu,  dan ada juga yang terlena dalam dunia lembaga. Maka beruntunglah mereka yang sukses dalam hal ini. Kembali lagi, semua tergantung dari mindset pribadi masing-masing.
            Ahhh, itu sebagai selingaan..kali ini saya hanya ingin mencurahkan tentang pahitnya manjadi Mahasiswa yang dianaktirikan L
            Yaaah mungkin miris dan tidak semua Mahasiswa mengalamai nasib yang sama dengan saya, maka berbahagialah mereka. Tapi apapun ceritanya, saya tetap berusaha mengambil hikmah darinya, Karena Actually, semuanya bersumber dari kesalahan kecil saya sendiri. Dan saya, mungkin adalah salah satu dari mereka yang juga menjadi korban dari ketidakprofesionalan dosen. Tidak enak memang, tapi toh pada akhirnya saya masih bias bertahan dan berjuang sampai detik ini dan untunglah  saya bukan salah satu dari mereka yang menyerah dan memilih pergi.
            Dosen kalau dipikir dengan jenjang pendidikannya yang sudah sampai S2 kadang sulit dimengerti pola mendidiknya bagaimana. Antara mendidik dan mempersulit??. Padahal kalau dipikir dengan pendidikan yang sudah tinggi seperti itu, sudah sewajarnya menjadi teman sekaligus pembimbing Mahasiswa. Bukan malah menjaga jarak dan seolah-olah harus ditakuti. Meskipun tidak semua dosen seperti ini, tapi kali ini saya memang ingin membahas dosen dengan ketidakprofesionalannya.
            Jarang masuk, tapi anehnya di akhir semester kok ngasih nilai ke Mahasiwa kesannya tidak masuk akal yah. Tidak masalah jika nilai yang di kasih ke Mahasiswa itu rata, nah ini kenyataannya hanya sebagian Mahasiswa yang mendapat nilai termasuk bagus sedangkan Mahasiswa yang lainnya harus puas dengan nilai yang kurang memuaskan. Bisa dibilang memperoleh nilai bagus itu tergantung factor L yah. Itu nilai dari mana sedangkan buk dosen/bapak dosen aja jarang masuk, ngasih tugas aja jarang, nanti nongolnya di dua minggu terakhir perkuliahan. Mengandalkan status sebagai dosen, dan bias dikatakan tempat Mahasiswa menggantungkan harapannya di setiap semester perkuliahan lantas dengan jurus seribu alasan diluncurkan untuk melindungi ketidakprofesionalannya. Dan ketika Mahasiswa yang mengajukan alasan karena suatu hal, dengan status dosennya lagi seenaknya menolak dan tak mau tau. Tentu saja ini menjadi pil pahit yang harus ditelan  sebagian Mahasiswa.
            Entah apa yang ada dibenak buk dosen/bapak dosen yang terhormat ketika memperlakukan Mahasiswa dengan tidak adil. Maka tidak heran jika ada segelintir Mahasiswa yang menjadikan dosen-dosen seperti ini bahan olok-olok. Saya rasa wajar, mereka hanya meluahkan rasa ketidakpuasan mereka dengan usahanya sepanjang satu semester yang merasa tidak dihargai.
            Tapi apapun itu, bagaimanapun akhirnya, berusalah untuk lakukan dan berikan yang terbaik. Pesan MAHASIWA calon sarjana :D J

Selasa, 10 Desember 2013

Syair-Syair kerinduan



Di penghujung malam yang dingin
Sunyi yang  damai
Suara Malam yang khas
sebagian  mereka lelap dalam alam mimpi

dalam damainya penghujung malam
seorang diri tafakur dalam kesyahduan
lafadz Asma Allah mengalun lembut dari bibir
melantunkan syair-syair Kerinduan
sejenak hanyut dalam dzikir
dialah hamba  dengan kepasrahannya

bibir berucap dalam munajat
derai air mata penyerahannya
dialah hamba yang hina
dia  hamba yang tak berdaya
berserah dalam kerendahan

mengharap kemurahan hati-Nya Yang Kuasa
meminta pengampunan-Nya Yang Mulia


Senin, 04 Februari 2013

Apa sih Puang itu???

       Sebelumnya saya mohon maaf kalo postingan kali ini agak bersifat sensitif dan kesannya kurang berbobot.
berbeda dengan postingan sebelumnya tentang pengetahuan Kejepangan, kali ini berbeda.
sebenarnya judul topiknya gak sengaja..Ide judulnya dari seseorang yang waktu itu bertanya pada saya, "Apa sih Puang itu??.Kenapa ada orang yang begitu bangga menyandang Gelar Puang??". sedikit konyol memang, tapi jujur itu juga sempat mengganjal di hati. yahhh pada realitanya memang seperti itu
       Yeahhhh Next...
gak ada defenisi jelas secara bahasa  tentang apa itu Puang, yang saya ketahui, Puang dan gelar kehormatan lain sebagainya tidak sembarang disandang oleh orang. Puang dan sodara-sodaranya (gelar kehormatan) biasanya diturunkan dari generasi ke generasi. Jadi kalo misalkan bapaknya dari sononya punya gelar tersebut, otomatis si anak juga nantinya akan dapat ntu gelar.
dan yang masih jadi tanda tanya besar adalah..kenapa hanya sebagian org yang bisa menyandang gelar itu ..
yahhh, seperti yang saya liat di fenomena masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat kedaerahan, ada yang begitu bangga jika dipanggil "puang"
padahal sejatinya smua orang kan sama. sama-sama makan nasi, tapi kok cuman orang tertentu yang dapat kehormatan menyandang gelar itu..
       Dan apa sih kelebihan dari gelar itu??
apakah dengan gelar itu, kamu akan dihormati??diagung-agungkan??atau disembah??
kalo jadi panutan??mungkin iyah...tp bukankah beban moralnya lebih tinggi ketika kamu harus menjaga attitude kamu di tengah masyarakat. misalkan saja seorang pnyandang "puang" itu melakukan perbuatan amoral, lantas apakah "Puang mu" itu akan mampu menolongmu???
TIDAK...justru ia akan tercemar dan rusak.
       Banyak sekali kok fenomena seperti itu di masyarakat, meskipun tidak semuanya.
karena itulah..Untuk apa sih terlalu mengagung-agungkan "kepuangan"itu..
toh ada juga mereka yang bisa hidup damai, tenang dan sejahtera dengan tanpa status gelar puang.
tidak perlulah, harus dengan "puang" orang-orang akan menghormatimu. cukup memberi teladan pintar membawa diri dalam masyarakat, orang akan dengan sendirinya mengormatimu tanpa adanya gelar puang di depan namamu.

Intinya, Tidak perlu menjadi "Puang"untuk bisa dihormati di masyarakat

I think That's enough....Tenkyuuuu
see u in another time




Rabu, 23 Januari 2013

Hari, Tanggal dan Bulan dalam Bahasa Jepang

HARI DI JEPANG > YOUBI

MINGGU   > NICHIYOUBI    >  にちようび  > 日曜日

SENIN       > GETSUYOUBI   > げつようび > 月曜日

SELASA    > KAYOUBI          > かようび  > 火曜日

RABU        > SUIYOUBI          > すいようび > 水曜日

KAMIS      >  MOKUYOUBI  > もくようび  > 木曜日

JUMAT      > KINYOUBI        > きにょうび  > 金曜日

SABTU      > DOYOUBI          >   どようび   > 土曜日


TANGGAL DI JEPANG > NICHI

TANGGAL 1   > TSUITACHI          >  ついたち   > 一日
TANGGAL 2   > FUTSUKA            > ふつか    > 二日
TANGGAL 3   > MIKKA                 > みっか    > 三日
TANGGAL 4   > YOKKA                > よっか    > 四日
TANGGAL 5   > ITSUKA                > いつか    > 五日
TANGGAL 6   > MUIKA                 > むいか    > 六日
TANGGAL 7   > NANOKA             > なのか    > 七日
TANGGAL 8   > YOUKA                 > ようか    > 八日
TANGGAL 9   > KOKONOKA        > ここのか   > 九日
TANGGAL 10 > TOUKA                  > とうか    > 十日
TANGGAL 11 > JUUICHI NICHI     > じゅういちにち > 十一日
TANGGAL 12 > JUUNI NICHI        > じゅうににち  > 十二日
TANGGAL 13 > JUUSAN NICHI     > じゅうさんにち > 十三日
TANGGAL 14 > JUUYOKKA           > じゅうよっか  > 十四日
TANGGAL 15 > JUUGO NICHI        > じゅうごにち  > 十五日
TANGGAL 16 > JUUROKU NICHI   > じゅうろくにち > 十六日 
TANGGAL 17 > JUUSHICHI NICHI  > じゅうししにち > 十七日
TANGGAL 18 > JUUHACHI NICHI   > じゅうはちにち > 十八日
TANGGAL 19 > JUUKYU NICHI       > じゅうきゅにち >十九日
TANGGAL 20 > HATSUKA                > はつか    >二十日
TANGGAL 21 > NIJUUICHI NICHI   > にじゅういちにち> 二十一日
TANGGAL 22 > NIJUUNI NICHI       >にじゅうににち  >二十二日
TANGGAL 23 > NIJUUSAN NICHI      >にじゅうさんにち >二十三日
TANGGAL 24 > NIJUUYOKKA            >にじゅうよっか> 二十四日
TANGGAL 25 > NIJUUGO NICHI         > にじゅうごにち >二十五日
TANGGAL 26 > NIJUUROKU NICHI    >にじゅうろくにち >二十六日
TANGGAL 27 > NIJUUSHICHI NICHI  >にじゅうしちにち >二十七日
TANGGAL 28 > NIJUUHACHI NICHI  >にじゅうはちにち >二十八日
TANGGAL 29 > NIJUUKYU NICHI      >にじゅうきゅにち >二十九日
TANGGAL 30 > SANJUU NICHI          >  さんじゅうにち  >三十日   
TANGGAL 31 > SANJUUICHI NICHI >さんじゅういちにち >三十一日


BULAN DI JEPANG >GATSU  > がつ >月

JANUARI     > ICHIGATSU      >   いちがつ      > 一月
FEBRUARI   > NIGATSU          > にがつ            > 二月
MARET         > SANGATSU       > さんがつ        > 三月
APRIL           > SHIGATSU         > しがつ            > 四月
MEI               > GOGATSU          > ごがつ            > 五月
JUNI              > ROKUGATSU    > ろくがつ          > 六月
JULI               > SHICHIGATSU  > しちがつ          > 七月
AGUSTUS     > HACHIGATSU   > はちがつ         > 八月
SEPTEMBER > KUGATSU          > くがつ               > 九月
OKTOBER    >  JUUGATSU        > じゅうがつ        > 十月
NOVEMBER > JUUICHIGATSU > じゅういちがつ > 十一月 
DESEMBER  > JUUNIGATSU     > じゅうにがつ     > 十二月  

Jumat, 04 Januari 2013

PENGENALAN HURUF JEPANG

HURUF HIRAGANA DASAR

a    いi         u         e         o

ka     きki    くku        けke      こko

sa      しshi    すsu   せse   そso

ta   ちchi   つtsu     てte     とto

na   にni    ぬnu     ねne   のno

ha   ひhi   ふfu   へhe   ほho

ma  みmi   むmu  めme  もmo

ra    りri     るru   れre    ろro

ya      ゆyu      よyo

wa     をwo       んn



PERUBAHAN BUNYI HURUF HIRAGANA

ga  ぎgi  ぐgu   げge    ごgo

za  じji   ずzu   ぜze   ぞzo

da  ぢchi  づzu  でde  どdo

ba  びbi  ぶbu  べbe  ぼbo

pa  ぴpi  ぷpu  ぺpe  ぽpo



きゃkya   きゅkyu   きょkyo

ちゃcha   ちゅchu   ちょcho

ひゃhya   ひゅhyu   ひょhyo

りゃrya     りゅryu      りょryo

ぎゃgya    ぎゅgyu    ぎょgyo

ぴゃpya    ぴゅpyu   ぴょpyo

しゃsha     しゅshu    しょsho

にゃnya    にゅnyu    にょnyo

みゃmya   みゅmyu   みょmyo

びゃbya   びゅbyu     びょbyo

じゃja      じゅju        じょjo


CONTOH PENGGUNAAN

Ohayou Gozaimasu =>おはよう ございます(selamat pagi)

konbanwa  =>  こんばんは(selamat malam)

konnichiwa =>こんにちは(selamat siang)

sayounara => さようなら (selamat tinggal)

arigatou gozaimasu => ありがとう ございます (terima kasih)


HURUF KATAKANA DASAR

a  イi       ウu   エe  オo

ka  キki  クku  ケke  コko

sa  シshi  スsu  セse  ソso

ta  チchi  ツtsu  テte  トto

na  ニni  ヌnu   ネne  ノno

ha  ヒhi  フfu   ヘhe   ホho

ma  ミmi  ムmu  メme   モmo

ra  リri    ルru   レre   ロro

ya     ユyu    ヨyo

wa     ヲwo     ンn


PERUBAHAN BUNYI HURUF KATAKANA

ga  ギgi  グgu    ゲge  ゴgo

za  ジji  ズzu      ゼze  ゾzo

da  チ”zi  ツ”zu  デde  ドdo

ba  ビbi  ブbu    ベbe  ボbo

pa  ピpi  プpu   ペpe  ポpo


キャkya  キュkyu  キョkyo

シャsha  シュshu  ショsho

チャcha  チュchu  チョcho

ニャnya  ニュnyu  ニョnyo

ヒャhya  ヒュhyu  ヒョhyo

ミャmya  ミュmyu  ミョmyo

リャrya  リュryu  リョryo


CONTOH PENGGUNAAN

terebi=>テレビ (Televisi)
bo-rupen=>ボールペン (pulpen)
o-sutoraria=>オーストラリア (Australia)
indoneshia=>インドネシア (Indonesia)

sekian dulu yah..
smoga bermanfaat!!