Selasa, 25 September 2012

lanjutan
5. Jenis-jenis penelitian sosial dipandang dari sifat dan rancangan, yaitu :

  1. PENELITIAN SEJARAH
  • Tujuan : membuat rekonstruksi  masa lampau secara sistematik dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat
  • ciri-ciri : 
  1. Data yang diobservasi adalah data orang lain
  2. Tertib ketat, sistematik dan tuntas
  3. Data primer dan data sekunder
  4. Kritik eksternal dan kritik internal
  5. Sumber data banyak
   
   2. PENELITIAN IVDESKRIPSI (DESKRIPTIVE RESEARCH)
  • Tujuan : 
  1. Membuat pencandaraan /deskripsi/gambaran secara sistematik, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu
  2. mengidentifikasi masalah untuk menjustifikasi keadaan atau praktik-praktik yang sedang berlangsung
  3. untuk membuat komperasi dan evaluasi
  • ciri-ciri :
  1. pencandraan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian
  2. tidak menerangkan saling hubungan, mengetes hipotesa, prediksi, mencari makna dan implikasi
  3. mencari informasi faktual dan mendiskripsikan gejala yang ada

   3. PENELITIAN PERKEMBANGAN (DEVELOPMENTAL RESEARCH)
  • Tujuan : untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan perubahan sebagai fungsi waktu.
  • ciri-ciri :
  1. studi mengenai variabel-variabel dan perkembanganya. variabel adalah konep yang dibuat bernilai dan mempunyai tolak ukur
  2. jangka waktunya panjang
  3. study cross sectional meliputi banyak aspek
  4. mengandung prediksi  jangka panjang dan pendek

  4. PENELITIAN KASUS DAN PENELITIAN LAPANGAN (CASE STUDY AND FIELD RESEARCH)
  • Tujuan :untuk mempelajari secara intensif tentang latar keadaan  sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial ; individu, kelompok, lembaga atau massyarakat
  • ciri-ciri :
  1. penelitianmendalam tentang unit sosial tertentu
  2. cenderung meneliti jumlah unit yang kecil dengan variabel dan kondisi yang besar jumlahnya
 
 5. PENELITIAN KORELASIONAL (CORRELATIONAL RESEARCH)
  • Tujuan : mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada  suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi
  • ciri-ciri :
  1. variabel-variabel yang diteliti rumit
  2. pengukuran beberapa variabel
  3. hasilnya menunjukkan taraf tinggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan
 
 6. PENELITIAN KAUSAL KOMPERATIF (CAUSAL COMPERATIVE RESEARCH)
  • Tujuan :untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara pengamatan pada akibat yang ada dan mencari faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu
  • ciri-ciri :
  1. bersifat ex post facto yang artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian dipersoalkan
  2. menjadikan satu atau lebih akibat sebagai  "dependent variabels"
  3. menguji data dengan menelusuri masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.
  7. PENELITIAN TINDAKAN (ACTION RESEARCH)
  • Tujuan : mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan persoalan dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang lain
  • ciri-ciri :
  1. praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dan dunia kerja
  2. menyediakan rangka kerja yang teratur
  3. flekibel dan adaptif
  4. umumnya kurang tertib ilmiah
  5. sampelnya terbatas dan kurang representatif
  6. kontrol terhadap variabel bebas sangat kecil
  8. PENELITIAN EKPERIMENT SUNGGUHAN (TRUE EXPERIMENTAL RESEARCH)
  • Tujuan : mencari kemungkinan  hubungan sebab akibat dengan memberikan perlakuan khusus terhadap kelompok coba dan membandingkannya dengan kelompok banding  
 
 9. PENELITIAN EKSPERIMENTAL SEMU (QUASI EXPERIMENTAL RESEARCH)
  • Tujuan : mencari sebab akibat kehidupan nyata, dimana pengendalian ubahan sulit atau tidak mungkin dilakukan, pengelompokkan secara acak mengalami kesulitan dan sebagainya.

                                              SEKIAN DULU...

metode penelitian sejarah budaya


Mata kuliah  
METODE PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA JEPANG
         Drs. Edward L. Poelinggomang    

 PENGANTAR

1.    HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN
a.    Sikap Ilmiah
b.   Metode Ilmiah
c.    Kumpulan pengetahuan yang terstruktur dengan sistematik dan berurut.
Ketiga hal tersebut adalah sifat utama dari ilmu pengetahuan dimana orang berpikir dengan sikap tertentu (sikap ilmiah) dan menggunakan metode ilmiah tertentu untuk menghasilkan pengetahuan yang teratur dan berurut, selain itu juga untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.
2.   KEBENARAN
     Kebenaran kemudian dibagi menjadi :
a.    Kebenaran Koherensi
b.   Kebenaran Korespondensi
c.    Kebenaran Pragmatis
d.   Kebenaran lewat wahyu
3.    HAKEKAT KEBENARAN, terdiri atas 
     a. Pendekatan Epistemic Empirism adalah dia lebih bersifat retrospektif dan kebenaran
         pengetahuan  
         pada apa yang dialami.
     b. Pendekatan Semantic Empirism adalah dia lebih bersifat prospektif dan kebenaran 

         pengetahuan
         tergantung pada pengalaman arti dan maknanya.

4.    Positivisme logic adalah suatu pernyataan yang mempunyai arti apabila pernyataan itu
     dapat diperiksa dan dibuktikan melalui kenyataan empiric. Diperiksa di sini maksudnya 
     adalah mencari kebenaran  (Verifikasi) atau mencari kesalahan (falsifikasi).
5.    Operasionisme adalah penerapan suatu konsep ke dalam pengalaman empiris dan 
     memerlukan perwujudan yang dapat dioperasionalkan ke dalam materi dan pengalaman
     empiric.
6.  Pragmatism adalah suatu proposisi yang berarti akan menunjukkan hubungan antara 
     keinginan dan 
     tindakan

METODE PENELITIAN SOSIAL

penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berdasarkan suatu metode analisi dan fenomena baik yang diamati maupun yang dibuat sendiri.

1. Penelitian dilakukan dengan alasan sebagai berikut :

  • ingin menambah khasanah ilmu pengetahuan
  • Mencari yang originil (discovery dan invention)
  • tidak boleh mengulang karya orang lain, tanpa alasan yang kuat tentang adanya perbedaan
  • tidak meneliti sesuatu yang hasilnya dapat diramalkan.
2. Seorang peneliti harus :

  • Menguasai, mahir dan terampil dalam metode serta teknik yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan di bidang ilmu.
  • Memiliki ketajaman dan kecermatan dalam cara berpikir dan beranalisis.
  • Teliti
3. Seorang peneliti dikatakan berhasil, ketika :
  • ditinjau dari hasil penelitian : dapat dipublikasikan, dapat memiliki hak paten dan berdayaguna
  • Ditinjau dari pembinaan tampak kemampuan ilmiah
4. Sebuah penelitian harus sesuai dengan ciri-ciri ilmu pengetahuan, yaitu :
  • Objektif : tidak boleh menyatakan mungkin, pokoknya, asalkan dan sejenisnya
  • Logis : suatu cara dan kemampuan berpikir berdasarkan beberapa aksioama dan dalil-dalil yang dinyatakan benar
  • kriti : tidak menerima suatu pendapat begitu saja, harus selalu mempertanyakan kebenaran konsep, termasuk yang sudah dianggap benar.
  • Sistematik : Runtut, berurut, tidak acak-acakan
  • Teliti : tidak sembarangan
  • konsisten : tidak berubah-ubah model penelitian yang digunakan
  • Mengakumulasi konsep : Konsep baru ditambahkan pada khasanah ilmu pengetahuan, konsep lama diperbaiki, harus ada konsistensi internal dalam ilmu pengetahuan.