Selasa, 25 September 2012

metode penelitian sejarah budaya


Mata kuliah  
METODE PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA JEPANG
         Drs. Edward L. Poelinggomang    

 PENGANTAR

1.    HAKEKAT ILMU PENGETAHUAN
a.    Sikap Ilmiah
b.   Metode Ilmiah
c.    Kumpulan pengetahuan yang terstruktur dengan sistematik dan berurut.
Ketiga hal tersebut adalah sifat utama dari ilmu pengetahuan dimana orang berpikir dengan sikap tertentu (sikap ilmiah) dan menggunakan metode ilmiah tertentu untuk menghasilkan pengetahuan yang teratur dan berurut, selain itu juga untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.
2.   KEBENARAN
     Kebenaran kemudian dibagi menjadi :
a.    Kebenaran Koherensi
b.   Kebenaran Korespondensi
c.    Kebenaran Pragmatis
d.   Kebenaran lewat wahyu
3.    HAKEKAT KEBENARAN, terdiri atas 
     a. Pendekatan Epistemic Empirism adalah dia lebih bersifat retrospektif dan kebenaran
         pengetahuan  
         pada apa yang dialami.
     b. Pendekatan Semantic Empirism adalah dia lebih bersifat prospektif dan kebenaran 

         pengetahuan
         tergantung pada pengalaman arti dan maknanya.

4.    Positivisme logic adalah suatu pernyataan yang mempunyai arti apabila pernyataan itu
     dapat diperiksa dan dibuktikan melalui kenyataan empiric. Diperiksa di sini maksudnya 
     adalah mencari kebenaran  (Verifikasi) atau mencari kesalahan (falsifikasi).
5.    Operasionisme adalah penerapan suatu konsep ke dalam pengalaman empiris dan 
     memerlukan perwujudan yang dapat dioperasionalkan ke dalam materi dan pengalaman
     empiric.
6.  Pragmatism adalah suatu proposisi yang berarti akan menunjukkan hubungan antara 
     keinginan dan 
     tindakan

METODE PENELITIAN SOSIAL

penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berdasarkan suatu metode analisi dan fenomena baik yang diamati maupun yang dibuat sendiri.

1. Penelitian dilakukan dengan alasan sebagai berikut :

  • ingin menambah khasanah ilmu pengetahuan
  • Mencari yang originil (discovery dan invention)
  • tidak boleh mengulang karya orang lain, tanpa alasan yang kuat tentang adanya perbedaan
  • tidak meneliti sesuatu yang hasilnya dapat diramalkan.
2. Seorang peneliti harus :

  • Menguasai, mahir dan terampil dalam metode serta teknik yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan di bidang ilmu.
  • Memiliki ketajaman dan kecermatan dalam cara berpikir dan beranalisis.
  • Teliti
3. Seorang peneliti dikatakan berhasil, ketika :
  • ditinjau dari hasil penelitian : dapat dipublikasikan, dapat memiliki hak paten dan berdayaguna
  • Ditinjau dari pembinaan tampak kemampuan ilmiah
4. Sebuah penelitian harus sesuai dengan ciri-ciri ilmu pengetahuan, yaitu :
  • Objektif : tidak boleh menyatakan mungkin, pokoknya, asalkan dan sejenisnya
  • Logis : suatu cara dan kemampuan berpikir berdasarkan beberapa aksioama dan dalil-dalil yang dinyatakan benar
  • kriti : tidak menerima suatu pendapat begitu saja, harus selalu mempertanyakan kebenaran konsep, termasuk yang sudah dianggap benar.
  • Sistematik : Runtut, berurut, tidak acak-acakan
  • Teliti : tidak sembarangan
  • konsisten : tidak berubah-ubah model penelitian yang digunakan
  • Mengakumulasi konsep : Konsep baru ditambahkan pada khasanah ilmu pengetahuan, konsep lama diperbaiki, harus ada konsistensi internal dalam ilmu pengetahuan.

  








                                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar